BSM Patok Target Penjualan SBSN Rp 100 Miliar
JAKARTA – Bank Syariah Mandiri (BSM) sebagai salah satu agen Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara Ritel seri 002 akan menargetkan penjualan sebesar Rp 100 miliar. Angka itu diperkirakan akan meningkat apabila terjadi kelebihan permintaan (oversubscribed) dengan target total pembeli sebanyak 1500 investor.
Kepala Divisi Pengembangan Bisnis dan Produk BSM, DB Ivan Baruna mengatakan, pihaknya telah membuka masa pemesanan SBSN sejak tanggal 25 Januari lalu hingga 3 Februari mendatang. “Kami membuka kuota awal sebesar 100 miliar, namun, apabila peminatnya banyak kami akan mengajukan penambahan ke Departemen Keuangan (Depkeu),” papar Ivan
BSM pada tahun 2009, jelas Ivan, berhasil menjual SBSN sebesar Rp 130 miliar dengan total pembeli sebanyak 1470 investor. “Kami menargetkan para investor berasal dari perkotaan,” tuturnya.
Dia menjelaskan, SBSN memiliki beberapa keuntungan diantaranya yaitu, aman, menguntungkan dan adil. “SBSN juga memiliki agunan (underlying) berupa asset Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah dan bangunan. Agunan aset pemerintah yang disetujui hampir Rp 20 triliun” ucap Ivan.
Selain itu, Keuntungan lainnya yaitu SBSN dapat dicairkan/diperdagangkan di pasar sekunder. “Dan juga dapat dijadikan sebagai agunan atau digadaikan,” papar Ivan. Dijelaskannya, pemesanan SBSN minimum Rp 5 juta dan tak ada batas maksimum.
Ivan memaparkan, penerbitan SBSN ini bertujuan untuk membiayai APBN karena tahun 2010 diperkirakan defisit APBN mencapai Rp 98 triliun atau 1,6 persen dari GDP. “Target awalnya sebesar Rp 3 triliun dan masa jatuh temponya selama tiga tahun, yakni sampai 10 Pebruari 2013,” tandasnya.
