Pertumbuhan Perbankan Syariah di Jateng Lampaui Pertumbuhan Nasional
SEMARANG–Pertumbuhan perbankan syariah di wilayah kerja Kantor Bank Indonesia (KBI) Semarang mengalami prestasi melebihi tingkat pertumbuhan perbankan syariah nasional.
Berdasarkan data KBI Semarang, tingkat pertumbuhan perbankan syariah di wilayah kerjanya pada posisi November 2009 dibandingkan bulan Desember 2008 mengalami kenaikan 36,90 persen dengan total asset sebesar Rp1,885 triliun.
Dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun dari sistim keuangan berbasis syariah ini mencapai Rp1,195 triliun dan pembiayaan yang telah disalurkan mencapai Rp 1,371 triliun.
“Hal ini menunjukan komitmen dan kontribusi perbankan syariah untuk pengembangan ekonomi daerah sangat menggembirakan,” ungkap Pimpinan Bank Indonesia (PBI) Semarang, M Zaeni Aboe Amin, dalam anugerah syariah Award, di KBI Semarang, Selasa (26/1).
Syariah Award ini sendiri merupakan bentuk apresiasi atas kinerja perbankan syariah di wilayah kerja KBI Semarang dalam upaya mendorong pertumbuhan perbankan syariah. Penghargaan diberikan kepada bank syariah yang memiliki tingkat pertumbuhan tertinggi selama kurun 2009.
Masing- masing untuk kategori kantor cabang bank umum syariah/unit usaha syariah (BUS/UUS) dengan total asset diatas Rp100 milyar, kantor cabang BUS/UUS dengan total asset kurang dari Rp100 milyar serta kategori Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS).
Untuk kriteria penilaian yang digunakan berdasarkan tingkat pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (funding), tingkat pertumbuhan Pembiayaan (financing) dan rasio Pembiayaan Bermasalah (rasio NPF).
Sedangkan untuk kategori BPRS, kriteria penilaian yang digunakan adalah tingkat pertumbuhan dana pihak ketiga, tingkat pertumbuhan pembiayaan, rasio pembiayaan bermasalah serta share biaya promosi dan penelitian/pengembangan terhadap total biaya bank.
Sebagai data pembanding pertumbuhan digunakan posisi November 2009 terhadap posisi Desember 2008.Berdasarkan kriteria tersebut, kategori kantor cabang BUS/UUS dengan asset di atas Rp100 milyar diraih Bank Syariah Mandiri (BSM) Kantor Cabang Semarang.
Untuk kategori kantor cabang BUS/UUS dengan asset kurang dari Rp 100 milyar diperoleh Bank CIMB Niaga Syariah Kantor Cabang Semarang. Sedangkan untuk kategori Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) diperoleh PT BPRS Artha Surya Barokah, Kota Semarang.
Ketiga bank syariah tersebut memiliki tingkat pertumbuhan yang melebihi dari rata-rata tingkat pertumbuhan seluruh bank syariah di wilayah kerja KBI Semarang.
M Zaeni menambahkan, sejalan dengan Skema Grand Design Strategy Pengembangan Pasar Perbankan Syariah yang telah disusun oleh Bank Indonesia.
Inisiatif percepatan pengembangan pasar perbankan syariah Indonesia dilakukan melalui implementasi yang sistematis dengan visi pengembangan pasar dan target yang terbagi dalam beberapa tahap.
Yakni Fase I (2008), membangun pemahaman perbankan syariah sebagai Beyond Banking, pencapaian target aset sebesar Rp 50 triliun serta pencapaian angka pertumbuhan industri sebesar 40 persen.
Fase II (2009) dengan menjadikan Perbankan Syariah Indonesia Sebagai Perbankan Syariah Paling atraktif di ASEAN dengan pencapaian target aset sebesar Rp 87 triliun serta pencapaian angka pertumbuhan industri sebesar 75 persen.
Fase III (2010) dengan menjadikan Perbankan syariah Indonesia Sebagai Perbankan Syariah Terkemuka di ASEAN dengan pencapaian target aset sebesar Rp 124 triliun dan pencapaian angka pertumbuhan industri sebesar 81 persen.
Ia juga berharap, penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi pemicu bagi segenap perbankan syariah di wilayah kerja KBI Semarang untuk bekerja lebih keras dalam berperan sebagai motor penggerak dan motivator bagi perbankan syariah.
“Yang tak kalah penting mampu memberikan kontribusi terhadap perekonomian di wilayah Jawa Tengah pada umumnya serta dapat mewujudkan visi untuk menjadikan perbankan syariah terkemuka di Asean,” imbuhnya.
