Universitas Diharapkan Buka D3 Keuangan Mikro Syariah
JAKARTA–Sumber daya manusia di Baitul Maal wat Tamwil (BMT) perlu terus ditingkatkan. Untuk mencetak SDM yang telah mengetahui seluk beluk lembaga keuangan mikro syariah ini setidaknya diharapkan universitas-universitas di Indonesia dapat memiliki jurusan D3 lembaga keuangan mikro syariah.
Ketua I Asosiasi Baitul Maal wat Tamwil Seluruh Indonesia (Absindo), Andi Estetiono, mengatakan pihaknya telah bekerjasama dengan Politeknik Pos Indonesia di Bandung dengan membuka D3 keuangan mikro dan melengkapinya dengan laboratorium BMT. “Kita berharap juga universitas lainnya ada lab BMT karena selama ini jarang ada. SDM BMT juga terbatas jadi kalau bisa ada setidaknya D3 keuangan mikro syariah jadi sangat membantu karena kebutuhan SDM besar sekali seluruh Indonesia,” kata Andi.
Salah satu faktor SDM BMT menjadi terbatas karena adanya perpindahan SDM ke lembaga keuangan lain. Andi memaparkan rata-rata BMT merekrut SDM yang berasal dari fresh graduate dan mendidiknya sejak awal, namun saat sudah mulai belajar dan mampu SDM tersebut pindah ke lembaga keuangan lain.
“Dalam perekrutan SDM seringkali BMT mengambil yang tidak ada background sama sekali atau fresh graduate, hal ini juga yang membuat BMT secara industri lambat tumbuh. Selain itu perpindahan SDM juga membuat BMT merekrut baru dan mulai belajar lagi, hal itu membutuhkan waktu,” papar Andi. Dengan skala usaha dan ekonomi terbatas, ia mengakui BMT tidak bisa membayar SDM mahal. Dengan perpoindahan SDM tersebut kebutuhan SDM BMT bisa mencapai antara 500-1000 orang.
Kendati demikian, tambahnya, BMT adalah suatu lembaga yang unik dan akan tetap tumbuh secara alami. Di 2010 ia pun memperkirakan setidaknya 200-300 BMT baru akan muncul karena setiap tahunnya selalu ada komunitas BMT yang terbentuk, Saat ini setidaknya terdapat sekitar 4000 BMT di seluruh Indonesia. yogie
