Wow, Zouk Out!
Apa parameter kesuksesan sebuah dance music party? Audience yang melimpah atau penghargaan atas kualitas penyelenggaraan? ZoukOut, yang digelar sebuah club di Singapura bisa mendapatkan dua-duanya. Bagaimana persisnya?
Bagi pecinta clubbing di Asia Tenggara, Zouk seolah kiblat dengan DJ-DJ seperti Paul Van Dyk, 2ManyDJS, dan Masters at Work sebagai nabi-nabinya. ‘Umat’ ZoukOut, event reguler Zouk yang digelar tiap Desember ini, terus bertambah. Jika pada tahun 2000, tercatat ‘hanya’ 9000 orang yang mendatangi pesta dance outdoor di Siloso Beach ini, maka tahun lalu ZoukOut memecahkan rekor 26.000 pengunjung, naik dari 23.000 pengunjung pada tahun sebelumnya.
Yang menarik, tercatat 30-35% total ‘umat’ ini berasal dari negara lain seperti Thailand, Malaysia, Indonesia, Hong Kong sampai Amerika Serikat. “Kami memang menyewa sebuah agensi PR eksternal yang secara khusus mengelola public awareness, dan minat media di negara-negara lain,” kata Sofie Chandra, Business Development Manager Zouk kepada MIX.
Sofie juga mengungkapkan bahwa sebelum event dimulai, Zouk bekerja sama dengan club lokal di kota-kota seperti Jakarta, Bangkok, Seoul sampai India menggelar Official Pre ZoukOut gigs. “Saat itulah DJ kami mempromosikan ZoukOut,” tambah Sofie. Karena itulah, bagi partygoers di Jakarta, tentu sudah familiar dengan ZoukOut yang menurut sebuah diskusi di Kaskus.com disebut-sebut sebagai salah satu dari top 10 event ‘dugem’ di dunia.
ZoukOut juga didukung penuh oleh STB (Singapore Tourism Board) dalam bentuk aktifitas marketing dan promosi termasuk penawaran paket akomodasi, penerbangan dan tiket ZoukOut. “Kami juga menggelar konferensi pers, iklan radio dan lain-lain,” tambah Sofie. Di Indonesia, beberapa minggu sebelum event, Zouk menggelar pre party di Indochine, Jakarta dan X-one, Bogor. Vehicle wrap ZoukOut juga terlihat hilir mudik di beberapa jalan utama, meng-encourage publik untuk log-on ke situs www.raveaway.net, yang berisi penawaran akomodasi acara yang digelar sejak tahun 2000 ini.
Menurut Sofie, kekuatan dari ZoukOut adalah pada kontent acaranya, yang kecuali mendatangkan DJ kaliber internasional, live act, dan band regional—dengan sajian musik lintas genre;house, techno, trance, minimal, electro, progressive, alternative/ indie, mash up, hip hop dan juga mambo jambo, tapi juga adanya usaha untuk menggabungkan acara musik dan seni yang memorable. “Kami berusaha agar penyelenggaraan ZoukOut setiap tahun selalu unik, berstandar internasional dan service oriented,” kata Sofie. Komitmen atas kualitas penyelenggaraan ini membuahkan banyak penghargaan termasuk “Best Leisure Event Experience 2007” dari Singapore Tourism Board.
Namun, menarik untuk memaknai bagaimana ZoukOut berusaha untuk membuat kompak para fansnya melalui motto One World, One Music, One Tribe, One Dance. “Kami ingin agar ZoukOut bisa menerabas sekat-sekat kebudayaan sehingga para clubbers di seluruh asia dan dunia bisa bersatu,” kata Sofie. Oleh karena itu, lanjut Sofie, ZoukOut dicintai oleh banyak kalangan, dari pekerja kreatif, media, fashion, sampai dengan mahasiswa dan para ekspatriat, dan jumlah fans yang terus naik sebagai efek word of mouth.
Sofie menuturkan bahwa ZoukOut juga bisa kuat karena didukung oleh konsistensi dari brand Zouk Club yang sejak berdiri dari tahun 1991, setia dengan dance music dan DJ nomer satu dunia, misalnya Armin Van Buuren, yang oleh dua kali memuncaki Top 100 DJ Poll di DJ Mag, dengan jutaan fans di seluruh dunia. “Kami juga membuat album kompilasi DJ yang perform di ZoukOut, dan merilisnya, misalnya “Defected In The House ZoukOut Singapore”,” tutup Sofie. Iski
Related posts:
