Archive for the ‘Ekonomi’ Category



Kurs Rupiah Pagi Tembus Rp9.400 Per Dolar

Jakarta, (ANTARA News) – Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Kamis pagi melemah menembus angka Rp9.400 per dolar, karena pelaku berlanjut melepas rupiah, karena khawatir para mahasiswa akan melakukan aksi demo secara besar-besaran.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mencapai Rp9.410-Rp9.420 per dolar dibanding hari sebelumnya Rp9.400-Rp9.410 atau turun 10 poin.

Pengamat pasar uang, Edwin Sinaga di Jakarta, Kamis mengatakan, aksi demo para mahasiswa dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang akan dilakukan di depan istana secara besar-besaran tidak akan berpengaruh terhadap pasar uang.

Aksi demo mahasiswa dan LSM diperkirakan akan berjalan dengan tenang dan tertib, asalkan tidak ada anarki yang masuk dalam barisan tersebut dengan melakukan provokasi yang negatif, katanya.(*)

 

Morotai Bangun Jalan Lingkar Antisipasi KEK

Jakarta (ANTARA News) – Kabupaten pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara akan membangun jalan lingkar sepanjang 300 kilometer untuk mengantisipasi kabupaten baru hasil pemekaran dari Kabupaten Halmaher utara menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK).


“Infrastruktur jalan itu untuk menghubungkan daerah yang masih terisolasi, sehingga seluruh wilayah di Kabupaten Morotai bisa terhubung melalui jalur darat,” kata Pejabat Bupati Pulau Morotai Mochtar Daeng Barang saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Rabu.


Menurut dia, harapan agar Kabupaten Pulau Morotai segera disetujui pemerintah pusat menjadi KEK, yang juga didukung Gubernur Malut Thaib Armaiyn, dan juga dukungan dari Komisi VI DPR yang membidangi perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, UKM dan BUMN, dan standarisasi nasional, membuat pihaknya mesti mengimbanginya dengan penyiapan pembangunan infrastruktur pendukung, di antaranya jalan lingkar dimaksud.


“Prinsipnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai terus berbenah agar usulan menjadi KEK dapat segera terwujud. Bentuk dukungan lainnya dengan mengirim utusan dari pemerintah daerah bersama `Malut Crisis Center` (MCC) untuk rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Komisi VI DPR,” katanya.


Ia menjelaskan, utusan MCC yang dipimpin Ir Muhammad Banapon, MSi, yang disertai Ketua Tim KEK Kabupaten Pulau Morotai Rusli Sibua,


Sekretaris Tim Muhlis Baay dan didampingi dua ahli dari Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor (PKSPL-IPB) yakni Dr Ir Sugeng Hari Wisudo, MSi dan Ir Andy Afandy, memberikan pemaparan selama 30 menit di depan Komisi VI.


“Berdasarkan informasi delegasi yang kita utus itu, ternyata Komisi VI DPR secara prinsip Komisi VI menyatakan dukungan atas usulan Kabupaten Pulau Morotai, dijadikan sebagai KEK,” katanya.


Bahkan, kata dia, Komisi VI melalui wakil Ketua Komisi Nurdin Tampubolon menunggu proposal lebih rinci dengan data pendukung yang lengkap, sehingga bisa diperjuangkan alasan-alasan rasionalnya kepada pemerintah agar KEK untuk Kabupaten Pulau Morotai dapat segera disetujui.


Usai mendengarkan paparan dari MCC dan anggota delegasi dalam RDPU yang membahas usulan KEK, Nurdin Tampubolon mengemukakan bahwa segala potensi sumberdaya alam kelautan dan pariwisata yang ada di Kabupaten Morotai dan telah disampaikan tersebut realistis.


“Khusus untuk bidang pariwisata, Morotai bisa menjadi ikon kepariwisataan baru di kawasan Indonesia Timur, terlebih dengan adanya jejak peninggalan markas Panglima Divisi VII AS pada perang dunia (PD) II Jenderal Douglas MacArthur,” kata wakil rakyat dari daerah pemilihan Sumut 1 Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat (F-Hanura) itu.


Menurut Mochtar Daeng Barang, selain pembangunan jalan, infrastruktur lain yang juga disiapkan untuk dibangun sepanjang tahun 2010 adalah lebih kurang 30 jembatan, baik panjang maupun pendek, guna mendukung meningkatkan perekonomian masyarakat.


“Dengan terhubungnya jalan dan jembatan, maka akses jalan menuju ke sentra produksi bisa lebih baik,” katanya dan menambahkan bahwa petani kopra bisa langsung berhubungan dengan pembeli, karena selama ini hanya memakai sarana laut, yang seringkali terkendala adanya cuaca buruk.(*)

Hakim Tolak Praperadilan Kasus dr. Rudy Sutadi

Rabu, 27/01/2010 18:48 WIB
Prahara Dokter Ahli Autisme
Hakim Tolak Praperadilan Kasus dr. Rudy Sutadi

Andi Saputra – detikNews

JAKARTA, KOMPAS.com – Seiring pulihnya perekonomian nasional PT Kia Mobil Indonesia (KMI), menggenjot target penjualannya hingga 76,5 persen, yaitu dari 3.195 unit pada 2009  menjadi 5.642 unit  pada tahun ini.

Direktur KMI, Hartanto Sukmono menjelaskan, penjualan Kia selama enam bulan pertama pada 2009 turun karena pasokan terganggu. Namun pada semester kedua, perlahan namun pasti penjualan kembali positif dan menyentuh angka ideal.

“Pada  tiga bulan terakhir 2009, penjualan Kia mencapai 400 unit dan diperkirakan akan membaik pada  tahun ini. Target jualan kita diharapkan bisa mencapai 450 unit per bulan,” ujar Hartanto di sela peluncuran New Picanto EX di Mall of Indonesia (MOI), Kelapa Gading, Jakarta Utara (27/1/2010).

Dijelaskan, dari total penjualan Kia tahun lalu, hanya kebagian 0,66persen pangsa pasar  nasional, menguat tipis dibandingkan hasil yang diperoleh pada 2008, 3.877 unit (0,64 persen). Jika diurai, kontribusi penjualan tahun lalu tercatat Picanto 1.785 unit, Travello (521), Rio Taksi (376), Pregio (233), Big Up (212), dan lainnya 65 unit.

Herjanto menambahkan, Kia memprediksi pasar mobil nasional  berkisar 550.000 –  600.000 unit. Untuk menopang penjualan KMIakan mengandalkan New Picanto sebagai ujung tombak diikuti Pregio dan Travello di 2010.

“Kami optimis akan bisa mencapai target penjualan. Mudah-mudahan ekonomi nasional terus tumbuh dan kondisi sosial politik tetap stabil. Dengan demikian pasar otomotif akan terus tumbuh,” tukas Hartanto.


AGK

Editor: zbj