<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kursrupiah.com &#187; Ekonomi</title>
	<atom:link href="http://www.kursrupiah.com/category/ekonomi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.kursrupiah.com</link>
	<description>Kurs Rupiah Hari Ini, Kurs Rupiah Lengkap dari Pelbagai Bank</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Dec 2010 06:31:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Kurs Rupiah Pagi Tembus Rp9.400 Per Dolar</title>
		<link>http://www.kursrupiah.com/ekonomi/kurs-rupiah-pagi-tembus-rp9-400-per-dolar.html/</link>
		<comments>http://www.kursrupiah.com/ekonomi/kurs-rupiah-pagi-tembus-rp9-400-per-dolar.html/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 04:18:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kursrupiah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kursrupiah.com/ekonomi/kurs-rupiah-pagi-tembus-rp9-400-per-dolar.html/</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta, (ANTARA News) &#8211; Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Kamis pagi melemah menembus angka Rp9.400 per dolar, karena pelaku berlanjut melepas rupiah, karena khawatir para mahasiswa akan melakukan aksi demo secara besar-besaran. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mencapai Rp9.410-Rp9.420 per dolar dibanding hari sebelumnya Rp9.400-Rp9.410 atau turun 10 poin. Pengamat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div readability="8">Jakarta, (ANTARA News) &#8211; Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Kamis pagi melemah menembus angka Rp9.400 per dolar, karena pelaku berlanjut melepas rupiah, karena khawatir para mahasiswa akan melakukan aksi demo secara besar-besaran.
<p>Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mencapai Rp9.410-Rp9.420 per dolar dibanding hari sebelumnya Rp9.400-Rp9.410 atau turun 10 poin.</p>
<p>Pengamat pasar uang, Edwin Sinaga di Jakarta, Kamis mengatakan, aksi demo para mahasiswa dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang akan dilakukan di depan istana secara besar-besaran tidak akan berpengaruh terhadap pasar uang.</p>
<p>Aksi demo mahasiswa dan LSM diperkirakan akan berjalan dengan tenang dan tertib, asalkan tidak ada anarki yang masuk dalam barisan tersebut dengan melakukan provokasi yang negatif, katanya.(*)</p>
<p> </p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kursrupiah.com/ekonomi/kurs-rupiah-pagi-tembus-rp9-400-per-dolar.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Morotai Bangun Jalan Lingkar Antisipasi KEK</title>
		<link>http://www.kursrupiah.com/ekonomi/morotai-bangun-jalan-lingkar-antisipasi-kek.html/</link>
		<comments>http://www.kursrupiah.com/ekonomi/morotai-bangun-jalan-lingkar-antisipasi-kek.html/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 13:33:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kursrupiah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kursrupiah.com/ekonomi/morotai-bangun-jalan-lingkar-antisipasi-kek.html/</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta (ANTARA News) &#8211; Kabupaten pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara akan membangun jalan lingkar sepanjang 300 kilometer untuk mengantisipasi kabupaten baru hasil pemekaran dari Kabupaten Halmaher utara menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK). &#13; &#8220;Infrastruktur jalan itu untuk menghubungkan daerah yang masih terisolasi, sehingga seluruh wilayah di Kabupaten Morotai bisa terhubung melalui jalur darat,&#8221; kata Pejabat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div readability="49">Jakarta (ANTARA News) &#8211; Kabupaten pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara akan membangun jalan lingkar sepanjang 300 kilometer untuk mengantisipasi kabupaten baru hasil pemekaran dari Kabupaten Halmaher utara menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK).
<p>&#13;<br />
  &#8220;Infrastruktur jalan itu untuk menghubungkan daerah yang masih terisolasi, sehingga seluruh wilayah di Kabupaten Morotai bisa terhubung melalui jalur darat,&#8221; kata Pejabat Bupati Pulau Morotai Mochtar Daeng Barang saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Rabu.</p>
<p>&#13;<br />
   Menurut dia, harapan agar Kabupaten Pulau Morotai segera disetujui pemerintah pusat menjadi KEK, yang juga didukung Gubernur Malut Thaib Armaiyn, dan juga dukungan dari Komisi VI DPR yang membidangi perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, UKM dan BUMN, dan standarisasi nasional, membuat pihaknya mesti mengimbanginya dengan penyiapan pembangunan infrastruktur pendukung, di antaranya jalan lingkar dimaksud.</p>
<p>&#13;<br />
  &#8220;Prinsipnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai terus berbenah agar usulan menjadi KEK dapat segera terwujud. Bentuk dukungan lainnya dengan mengirim utusan dari pemerintah daerah bersama `Malut Crisis Center` (MCC) untuk rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Komisi VI DPR,&#8221; katanya.</p>
<p>&#13;<br />
   Ia menjelaskan, utusan MCC yang dipimpin Ir Muhammad Banapon, MSi, yang disertai Ketua Tim KEK Kabupaten Pulau Morotai Rusli Sibua,</p>
<p>&#13;<br />
Sekretaris Tim Muhlis Baay dan didampingi dua ahli dari Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor (PKSPL-IPB) yakni Dr Ir Sugeng Hari Wisudo, MSi dan Ir Andy Afandy, memberikan pemaparan selama 30 menit di depan Komisi VI.</p>
<p>&#13;<br />
  &#8220;Berdasarkan informasi delegasi yang kita utus itu, ternyata Komisi VI DPR secara prinsip Komisi VI menyatakan dukungan atas usulan Kabupaten Pulau Morotai, dijadikan sebagai KEK,&#8221; katanya.</p>
<p>&#13;<br />
  Bahkan, kata dia, Komisi VI melalui wakil Ketua Komisi Nurdin Tampubolon menunggu proposal lebih rinci dengan data pendukung yang lengkap, sehingga bisa diperjuangkan alasan-alasan rasionalnya kepada pemerintah agar KEK untuk Kabupaten Pulau Morotai dapat segera disetujui.</p>
<p>&#13;<br />
   Usai mendengarkan paparan dari MCC dan anggota delegasi dalam RDPU yang membahas usulan KEK, Nurdin Tampubolon mengemukakan bahwa segala potensi sumberdaya alam kelautan dan pariwisata yang ada di Kabupaten Morotai dan telah disampaikan tersebut realistis.</p>
<p>&#13;<br />
  &#8220;Khusus untuk bidang pariwisata, Morotai bisa menjadi ikon kepariwisataan baru di kawasan Indonesia Timur, terlebih dengan adanya jejak peninggalan markas Panglima Divisi VII AS pada perang dunia (PD) II Jenderal Douglas MacArthur,&#8221; kata wakil rakyat dari daerah pemilihan Sumut 1 Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat (F-Hanura) itu.</p>
<p>&#13;<br />
Menurut Mochtar Daeng Barang, selain pembangunan jalan, infrastruktur lain yang juga disiapkan untuk dibangun sepanjang tahun 2010 adalah lebih kurang 30 jembatan, baik panjang maupun pendek, guna mendukung meningkatkan perekonomian masyarakat.</p>
<p>&#13;<br />
  &#8220;Dengan terhubungnya jalan dan jembatan, maka akses jalan menuju ke sentra produksi bisa lebih baik,&#8221; katanya dan menambahkan bahwa petani kopra bisa langsung berhubungan dengan pembeli, karena selama ini hanya memakai sarana laut, yang seringkali terkendala adanya cuaca buruk.(*)</p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kursrupiah.com/ekonomi/morotai-bangun-jalan-lingkar-antisipasi-kek.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hakim Tolak Praperadilan Kasus dr. Rudy Sutadi</title>
		<link>http://www.kursrupiah.com/ekonomi/hakim-tolak-praperadilan-kasus-dr-rudy-sutadi.html/</link>
		<comments>http://www.kursrupiah.com/ekonomi/hakim-tolak-praperadilan-kasus-dr-rudy-sutadi.html/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 13:33:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kursrupiah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kursrupiah.com/ekonomi/hakim-tolak-praperadilan-kasus-dr-rudy-sutadi.html/</guid>
		<description><![CDATA[Rabu, 27/01/2010 18:48 WIBPrahara Dokter Ahli AutismeHakim Tolak Praperadilan Kasus dr. Rudy Sutadi Andi Saputra &#8211; detikNews]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div readability="43">
<p>    	<span>Rabu, 27/01/2010 18:48 WIB</span><br/><span>Prahara Dokter Ahli Autisme</span><br/><span>Hakim Tolak Praperadilan Kasus dr. Rudy Sutadi</span><br/><span><br />
		<strong>Andi Saputra</strong> &#8211; detikNews<br/></span>
		</p>
<p>			<!--
<p>&#8211;><br />
	<strong>Jakarta</strong> -<br />
	PN Jakarta Timur (Jaktim) menolak gugatan praperadilan dr Rudy Sutadi terkait kasus penganiayaan yang dilakukan oleh dr. Lucky Aziza Bawazier. Hakim tunggal sidang, Lexy Mamontoh menilai tindakan kepolisian penghentikan penyidikan telah sah sesuai hukum.
<p>&#8220;Menolak gugatan dr. Rudy sepenuhnya dan membebankan biaya perkara kepada penggugat,&#8221; kata Lexy dalam sidang di PN Jaktim, Jl Ahmad Yani, Jakarta Timur, Rabu, (27/1/2010).</p>
<p>Penghentian penyidikan terhadap aduan penganiayaan dr. Rudy Sutadi oleh Polres Jakarta Timur (Jaktim) bukannya tanpa dasar. Menurut kuasa hukum Polres Jaktim AKP Sukamto, yang disampaikan dari seluruh saksi yaitu 7 orang saksi tak ada satupun yang melihat penganiayaan terhadap dr. Rudy. </p>
<p>&#8220;Ke 7 saksi tersebut yaitu Andri Sumadi, Pius Krowe Hadjon alias Roy, Kemal Bawazier, Jonh Lamahamah,<br/>Lisa Sophia Riyani, Ida Rifda, dan Arie Pandan Wangi. Polres Jaktim juga telah memeriksa dua tersangka yang dilaporkan dr. Rudy yaitu Lucky Aziza Bawazier dan Haidar Bawazier,&#8221; ujar Sukamto.</p>
<p>Berdasarkan pasal 1 ayat 27 KUHAP, saksi adalah orang yang dapat memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan, penuntutan dan peradilan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri. </p>
<p>&#8220;RSCM tidak dapat mengeluarkan visum et repertum luka karena data pemeriksaan yang dilakukan paramedic tidak diserahkan kepada RSCM karena dibawa pemohon,&#8221; bebernya.</p>
<p>Menanggapi putusan ini, pengacara dr. Rudy, Aloy, langsung menyatakan banding. Menurutnya, polisi wajib mengambil visum et repertum dan polisilah yang bertanggungjawab terhadap barang bukti tersebut.</p>
<p>&#8220;Seperti tertulis di KUHAP, khusus praperadilan penghentian penyidikan, bisa diajukan banding. Dan kami ambil langkah itu,&#8221; imbuh dia.</p>
<p>Kasus tersebut bermula dari kedatangan Lucky Aziza Bawazier (istri pertama Rudy) beserta puluhan orang lainya ke Klinik Intervensi Dini Autisme (KID-Autis) di Jl Otista Raya 82, Jakarta Timur pada 26 Agustus 2004. </p>
<p>Versi Rudy, dialah yang dianiaya oleh pihak Lucky. Sebaliknya Lucky menyatakan dirinya yang dianiaya.</p>
<p>Akhirnya, silang sengketa tersebut harus berakhir di pengadilan. Rudy didakwa dengan 3 kasus sekaligus yaitu penganiayaan (pasal 351 KUHP) dengan putusan 2 tahun penjara, pemalsuan surat (Pasal 263 KUHP) dengan putusan 6 tahun penjara dan penggelapan (372KUHP) dengan putusan 5 tahun penjara. Dalam kasus pidana terakhir, dr. Rudy divonis bebas untuk pasal pencemaran nama baik.</p>
<p><br/><b> (asp/lh)</b>
		</p>
<p>
	<!--</p>
<div>
		<a href="http://www.indosat.com/blackberry" target="_blank">Sent from Indosat BlackBerry powered by <img src="http://www.detiknews.com/image/logosinyalkuat.gif" alt="Sinyal Kuat Indosat" border="0" /></a>
</div>
<p>&#8211;>	<br/><em>Tetap update informasi di manapun dengan <strong><u>http://m.detik.com</u></strong> dari browser ponsel anda! </em><br />
	<!--</p>
<p>&#8211;></p>
<div>Komentar terkini (2 Komentar)</p></div>
<p>&#8220;;<br />
					document.getElementById(&#8216;tobloggernotice&#8217;).disabled=&#8221;;<br />
				    } else {<br />
					document.getElementById(&#8216;shareselect&#8217;).innerHTML = &#8220;Blog Not Found&#8221;;<br />
				    }<br />
				} else if (statusCode == 500 || statusCode == 505) {</p>
<p>				    if (statusCode == 500 ){</p>
<p>					arrLength = arr.length;</p>
<p>					var checkBox = &#8216;
<ul>&#8216;;</p>
<p>					for (z=3;z<arrlength if="" var="" alt else="" checkbox=""><label for="&quot; + arr[z].getAttribute(&quot;name&quot;) + &quot;"> &#8221; + arr[z].getAttribute(&#8220;name&#8221;) + &#8221; <em>&#8221; + arr[z].getAttribute(&#8220;emailaddress&#8221;) + &#8220;</em></label><br/>&#8220;;</p>
<p>					}    </p>
<p>					checkBox += &#8216;</arrlength></ul>
<p>&#8216;;</p>
<p>					fromEmail = returnKey.getElementsByTagName(&#8220;sender&#8221;)[0].childNodes[0].nodeValue;<br />
					document.getElementById(&#8216;importcontacts&#8217;).innerHTML = checkBox + &#8220;&#8221;;<br />
					document.getElementById(&#8216;toymailnotice&#8217;).disabled=&#8221;;<br />
				    } else {<br />
					errorCode = returnKey.getElementsByTagName(&#8220;errorCode&#8221;)[0].childNodes[0].nodeValue;</p>
<p>					document.getElementById(&#8216;importcontacts&#8217;).innerHTML = &#8220;Error : No Contact Found, &#8221; + errorCode + &#8220;&#8221;;<br />
				    }</p>
<p>				} else if (statusCode == 700 || statusCode == 707) {</p>
<p>				    if (statusCode == 700 ){</p>
<p>					arrLength = arr.length;</p>
<p>					var checkBox = &#8216;
<ul>&#8216;;</p>
<p>					for (z=3;z<arrlength if="" var="" alt else="" checkbox=""><label for="&quot; + arr[z].getAttribute(&quot;name&quot;) + &quot;"> &#8221; + arr[z].getAttribute(&#8220;name&#8221;) + &#8221; <em>&#8221; + arr[z].getAttribute(&#8220;emailaddress&#8221;) + &#8220;</em></label><br/>&#8220;;</p>
<p>					}    </p>
<p>					checkBox += &#8216;</arrlength></ul>
<p>&#8216;;</p>
<p>					fromEmail = returnKey.getElementsByTagName(&#8220;sender&#8221;)[0].childNodes[0].nodeValue;<br />
					document.getElementById(&#8216;importcontactsgmail&#8217;).innerHTML = checkBox + &#8220;&#8221;;<br />
					document.getElementById(&#8216;togmailnotice&#8217;).disabled=&#8221;;<br />
				    } else {<br />
					errorCode = returnKey.getElementsByTagName(&#8220;errorCode&#8221;)[0].childNodes[0].nodeValue;</p>
<p>					document.getElementById(&#8216;importcontactsgmail&#8217;).innerHTML = &#8220;Error : No Contact Found, &#8221; + errorCode + &#8220;&#8221;;<br />
				    }</p>
<p>				} else if (statusCode == 600 || statusCode == 606) {</p>
<p>				    if (statusCode == 600 ){</p>
<p>					arrLength = arr.length;</p>
<p>					var checkBox = &#8216;
<ul>&#8216;;</p>
<p>					for (z=3;z<arrlength if="" var="" alt else="" checkbox=""><label for="&quot; + arr[z].getAttribute(&quot;name&quot;) + &quot;"> &#8221; + arr[z].getAttribute(&#8220;name&#8221;) + &#8220;</label><br/>&#8220;;</p>
<p>					}    </p>
<p>					checkBox += &#8216;</arrlength></ul>
<p>&#8216;;</p>
<p>					fromEmail = returnKey.getElementsByTagName(&#8220;sender&#8221;)[0].childNodes[0].nodeValue;<br />
					document.getElementById(&#8216;importcontactsym&#8217;).innerHTML = checkBox + &#8220;&#8221;;<br />
					document.getElementById(&#8216;toymnotice&#8217;).disabled=&#8221;;<br />
				    } else {<br />
					errorCode = returnKey.getElementsByTagName(&#8220;errorCode&#8221;)[0].childNodes[0].nodeValue;</p>
<p>					document.getElementById(&#8216;importcontactsym&#8217;).innerHTML = &#8220;Error : No Contact Found, &#8221; + errorCode + &#8220;&#8221;;<br />
				    }<br />
				} else {</p>
<p>				    $msgClass = returnKey.getElementsByTagName(&#8220;formId&#8221;)[0].childNodes[0].nodeValue;</p>
<p>				    $(&#8216;.&#8217;+$msgClass+&#8217; div&#8217;).hide();</p>
<p>				    if (statusCode == 100){<br />
					$(&#8216;.&#8217;+$msgClass+&#8217; .success&#8217;).show();<br />
				    } else {</p>
<p>					if ( returnKey.getElementsByTagName(&#8220;formId&#8221;)[0].childNodes[0].nodeValue == &#8216;toblogdetiknotice&#8217; ){<br />
					    $(&#8216;.&#8217;+$msgClass+&#8217; .error&#8217;).show();</p>
<p>					    keyReturn = returnKey.getElementsByTagName(&#8220;errorCode&#8221;)[0].childNodes[0].nodeValue;</p>
<p>					    if ( keyReturn == 405 ){</p>
<p>					    $(&#8216;.&#8217;+$msgClass+&#8217; .error, .&#8217;+$msgClass+&#8217; #blogdetikerror &#8216;).show();</p>
<p>					    document.getElementById(&#8216;blogdetikerror&#8217;).innerHTML = &#8220;Error, XML-RPC di <i>Writing Settings</i> Blog Detik Anda belum diaktifkan&#8221;;<br />
					    } else { </p>
<p>					    $(&#8216;.&#8217;+$msgClass+&#8217; .error, .&#8217;+$msgClass+&#8217; #blogdetikerror &#8216;).show();</p>
<p>					    document.getElementById(&#8216;blogdetikerror&#8217;).innerHTML = &#8220;An Error has Occured&#8221;; }<br />
					} else {<br />
					    $(&#8216;.&#8217;+$msgClass+&#8217; .error&#8217;).show();<br />
					}<br />
				    }</p>
<p>				}</p>
<p>			    //change to something like: yourlayer.visibility = &#8216;hidden&#8217;;<br />
			} else {<br />
			    alert(&#8216;There was a problem with the request.&#8217;);<br />
			}<br />
		}<br />
	  };<br />
	  http_request.open(&#8216;GET&#8217;, url, true);<br />
	  http_request.send(null);<br />
}</p>
<p>function nl2br (str, is_xhtml) {</p>
<p>  var breakTag = &#8221;;</p>
<p>   breakTag = &#8216;<br/>&#8216;;<br />
    if (typeof is_xhtml != &#8216;undefined&#8217; &amp;&amp; !is_xhtml) {<br />
        breakTag = &#8216;<br/>&#8216;;<br />
    }</p>
<p>    return (str + &#8221;).replace(/([^&gt;]?)\n/g, &#8216;$1&#8242;+ breakTag +&#8217;\n&#8217;);<br />
}</p>
<p>function sendform(el){</p>
<p>	//alert(nl2br(el.getElementsByTagName(&#8216;textarea&#8217;)[0].value));</p>
<p>	var sub = el.getElementsByTagName(&#8216;input&#8217;);<br />
	query = new Array();<br />
	var checkboxparam = &#8221;;<br />
	for(i in sub){<br />
		if (sub[i].type == &#8216;checkbox&#8217;) {<br />
			if (sub[i].checked == true) {<br />
				checkboxparam +=  sub[i].value + &#8216;,&#8217;;<br />
			}<br />
		} else if(sub[i].name) {<br />
			if (sub[i].name == &#8216;pass&#8217;) {<br />
			    query.push(sub[i].name + &#8216;=&#8217; + EncryptChar(sub[i].value));<br />
			} else {<br />
			    query.push(sub[i].name + &#8216;=&#8217; + sub[i].value);<br />
			}<br />
		}</p>
<p>	}<br />
	if (checkboxparam) { query.push(&#8216;addressbook=&#8217; + checkboxparam); }</p>
<p>	query = &#8216;?&#8217; + query.join(&#8216;&amp;&#8217;);</p>
<p>	var newsub = el.getElementsByTagName(&#8216;textarea&#8217;)</p>
<p>	if (newsub){<br />
		queryadd = new Array();<br />
		for(i in newsub){<br />
			if(newsub[i].name){<br />
				queryadd.push(newsub[i].name + &#8216;=&#8217; + nl2br(newsub[i].value));<br />
			}<br />
		}<br />
		query += &#8216;&amp;&#8217; + queryadd.join(&#8216;&amp;&#8217;);<br />
	} </p>
<p>	var selectsub = el.getElementsByTagName(&#8216;select&#8217;)</p>
<p>	if (selectsub){<br />
		queryselect = new Array();<br />
		for(i in selectsub){<br />
			if(selectsub[i].name){<br />
				queryselect.push(selectsub[i].name + &#8216;=&#8217; + selectsub[i].value);<br />
			}<br />
		}<br />
		query+= &#8216;&amp;&#8217; + queryselect.join(&#8216;&amp;&#8217;);<br />
	} </p>
<p>	makeRequest(&#8220;http://www.detiknews.com/index.php/detik.share/&#8221; + query);</p>
<p>	document.getElementById(&#8216;shareselect&#8217;).innerHTML = &#8220;<img src="http://www.detiknews.com/image/sharepreloading.gif" />&#8220;;<br />
	document.getElementById(&#8216;importcontactsym&#8217;).innerHTML = &#8220;<center><img src="http://www.detiknews.com/image/sharepreloading.gif" /></center>&#8220;;<br />
	document.getElementById(&#8216;importcontactsgmail&#8217;).innerHTML = &#8220;<center><img src="http://www.detiknews.com/image/sharepreloading.gif" /></center>&#8220;;<br />
	document.getElementById(&#8216;importcontacts&#8217;).innerHTML = &#8220;<center><img src="http://www.detiknews.com/image/sharepreloading.gif" /></center>&#8220;;<br />
	document.getElementById(&#8216;tobloggernotice&#8217;).disabled=&#8217;disabled&#8217;;<br />
	document.getElementById(&#8216;toymnotice&#8217;).disabled=&#8217;disabled&#8217;;<br />
	document.getElementById(&#8216;togmailnotice&#8217;).disabled=&#8217;disabled&#8217;;<br />
	document.getElementById(&#8216;toymailnotice&#8217;).disabled=&#8217;disabled&#8217;;<br />
	//document.getElementById(&#8216;success&#8217;).innerHTML= &#8220;request sent&#8221;;<br />
	$(&#8216;.detiksharecontent .error, .detiksharecontent .success&#8217;).hide();<br />
	$(&#8216;.detiksharecontent .notice&#8217;).show();<br />
}</p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kursrupiah.com/ekonomi/hakim-tolak-praperadilan-kasus-dr-rudy-sutadi.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Politisi Golkar Kritik Kinerja Pansus Century</title>
		<link>http://www.kursrupiah.com/ekonomi/politisi-golkar-kritik-kinerja-pansus-century.html/</link>
		<comments>http://www.kursrupiah.com/ekonomi/politisi-golkar-kritik-kinerja-pansus-century.html/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 13:33:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kursrupiah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kursrupiah.com/ekonomi/politisi-golkar-kritik-kinerja-pansus-century.html/</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta (ANTARA News) &#8211; Politisi senior Partai Golkar Zainal Bintang mengkritik kinerja Panitia Angket Kasus Bank&#13; Century DPR RI yang dinilainya kurang serius membongkar kasus tersebut. &#8220;Akhirnya kekhawatiran rakyat terhadap Panitia Angket Century yang terkesan cuma omong doang, pelan-pelan&#13; terbukti. Rapat internal Panitia Angket Century gagal membuat kesimpulan sementara dengan alasan data yang diterima hanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div readability="21">Jakarta (ANTARA News) &#8211; Politisi senior Partai Golkar Zainal Bintang mengkritik kinerja Panitia Angket Kasus Bank&#13;<br />
Century DPR RI yang dinilainya kurang serius membongkar kasus tersebut.
<p>&#8220;Akhirnya kekhawatiran rakyat terhadap Panitia Angket Century yang terkesan cuma omong doang, pelan-pelan&#13;<br />
terbukti. Rapat internal Panitia Angket Century gagal membuat kesimpulan sementara dengan alasan data yang diterima hanya 30 persen,&#8221; kata Zainal Bintang di Jakarta, Rabu.</p>
<p>Namun Zainal mengakui bahwa berdasarkan informasi yang ia terima, data yang diterima Panitia Angket memang masih kurang. Dari 97 dokumen yang dibutuhkan, baru 27 yang sudah diterima Pansus.</p>
<p>&#13;<br />
 Kenyataan itu, lanjut dia, membuat kredibilitas Panitia Angket Century semakin terpuruk di mata rakyat, dan lembaga DPR RI sebagai wakil rakyat kembali ikut tercoreng.</p>
<p>&#13;<br />
 Karena itu, katanya, kini masyarakat mendesak agar Panitia Angket DPR yang menyelidiki kasus dana talangan (<em>bailout</em>) Bank Century senilai Rp6,7 triliun itu lebih baik dinonaktifkan saja, daripada &#8220;diadili&#8221; rakyat yang merasa tidak terwakili.</p>
<p>&#13;<br />
 &#8220;Sejak awal memang rakyat sudah mencurigai kekompakan dan kemampuan Panitia Angket membongkar kasus Bank Century. Soalnya kasus itu terkait dengan pemerintah yang sedang berkuasa,&#8221; katanya.</p>
<p>&#13;<br />
  Apalagi, kata Zainal Bintang, yang mau membongkar kasus itu mayoritas hanya anggota parpol. yang harus harus berhadapan dengan penentu kebijakan di DPP parpolnya.<br/>(*)</p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kursrupiah.com/ekonomi/politisi-golkar-kritik-kinerja-pansus-century.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peneliti: Kasus Century Kuras Energi Pemerintah</title>
		<link>http://www.kursrupiah.com/ekonomi/peneliti-kasus-century-kuras-energi-pemerintah.html/</link>
		<comments>http://www.kursrupiah.com/ekonomi/peneliti-kasus-century-kuras-energi-pemerintah.html/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 13:33:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kursrupiah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kursrupiah.com/ekonomi/peneliti-kasus-century-kuras-energi-pemerintah.html/</guid>
		<description><![CDATA[Bandung (ANTARA News) &#8211; Kasus Bank Century yang tengah dibahas Panitia Khusus (Pansus) DPR menguras energi pemerintah sehingga guliran program seratus hari pertama pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak berjalan maksimal, kata seorang peneliti. &#13; &#8220;Kasus Bank Century sangat menguras energi pemerintah sehingga program seratus hari pemerintahan Presiden Yudhoyono tidak jalan. Sampai saat ini belum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div readability="22">Bandung (ANTARA News) &#8211; Kasus Bank Century yang tengah dibahas Panitia Khusus (Pansus) DPR menguras energi pemerintah sehingga guliran program seratus hari pertama pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak berjalan maksimal, kata seorang peneliti.
<p>&#13;<br />
 &#8220;Kasus Bank Century sangat menguras energi pemerintah sehingga program seratus hari pemerintahan Presiden Yudhoyono tidak jalan. Sampai saat ini belum ada out put dari program seratus hari pertama pemerintah,&#8221; kata Peneliti Laboratorium Manajemen Fakultas Ekonomi (LMFE) Unpad, Aldrin Herwany, di Bandung, Rabu. </p>
<p>&#13;<br />
 Menurut Aldrin, hampir semua departemen teknis saling terkait dan imbas dari kasus Bank Century sangat berpengaruh terhadap program 100 hari pertama pemerintah. </p>
<p>&#13;<br />
 Ia menunjuk hanya satu kementerian yang memenuhi target program 100 harinya yakni Kementerian Perencanaan Pebangunan Nasional dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). </p>
<p>&#13;<br />
 &#8220;Kementerian itu menyelesaikan target programnya terkait perencanaan pembangunan nasional,&#8221; kata Aldrin. </p>
<p>&#13;<br />
 Ia menyebutkan, dalam program 100 hari pertama, Kementerian PPN/ Bappenas telah menyusun rencana pembangunan jangka pendek, menengah dan jangka panjang sesuai dengan target awal. </p>
<p>&#13;<br />
 &#8220;Saya melihat belum ada satupun kementerian teknis yang bisa maksimal meraih program 100 hari pertama pemerintah, kasus Century membuat konsentrasi pemerintah terpusat ke sana,&#8221; kata Aldrin.</p>
<p>&#13;<br />
 Menurutnya, sepanjang kasus Bank Century itu belum tuntas program pemerintah tidak akan optimal terealisasi karena dampaknya terus meluas di ranah politik.</p>
<p>&#13;<br />
 &#8220;Kasus Bank Century sebenarnya sederhana, semua transaksinya jelas tercatat dan bisa diusut alirannya. Namun masalahnya ada faktor lain dan tekanan-tekanan terhadap lembaga yang memiliki otoritas terhadap perbankan. Kalau transparan kasus ini bisa segera selesai,&#8221; demikian Aldrin.(*)</p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kursrupiah.com/ekonomi/peneliti-kasus-century-kuras-energi-pemerintah.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PDIP Curigai Kompromi dalam Kasus Century</title>
		<link>http://www.kursrupiah.com/ekonomi/pdip-curigai-kompromi-dalam-kasus-century.html/</link>
		<comments>http://www.kursrupiah.com/ekonomi/pdip-curigai-kompromi-dalam-kasus-century.html/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 13:33:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kursrupiah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kursrupiah.com/ekonomi/pdip-curigai-kompromi-dalam-kasus-century.html/</guid>
		<description><![CDATA[Boyolali (ANTARA News) &#8211; Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR Tjahjo Kumolo, Rabu mengatakan fraksinya mencurigai indikasi kompromi dalam pengambilan keputusan nanti, jika kasus Bank Century tidak segera diselesaikan, bahkan jika berlarut-larut. &#13; Fraksi PDIP jelas akan kalah, jika terjadi keputusan politik melalui voting di DPR dan koalisi besar yang menang, kata Tjahjo Kumolo, usai membuka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div readability="32">Boyolali (ANTARA News) &#8211; Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR Tjahjo Kumolo, Rabu mengatakan fraksinya mencurigai indikasi kompromi dalam pengambilan keputusan nanti, jika kasus Bank Century tidak segera diselesaikan, bahkan jika berlarut-larut.
<p>&#13;<br />
   Fraksi PDIP jelas akan kalah, jika terjadi keputusan politik melalui voting di DPR dan koalisi besar yang menang, kata Tjahjo Kumolo, usai membuka Rakercabsus-Konfercab DPC PDIP Boyolali, di Boyolali, Rabu.</p>
<p>&#13;<br />
   Namun, kata Tjahjo, apakah Pansus atau panitia angket kasus Bank Century yang terbuka tersebut akan berani mengambil keputusan, tentunya mereka tidak berani. </p>
<p>&#13;<br />
   &#8220;Bagi partainya adanya indikasi kompromi itu jelas wajar,&#8221; katanya seraya mengingatkan kemungkinan reputasi DPR hancur jika hal itu terjadi.</p>
<p>&#13;<br />
   Dia menjelaskan, jika keputusan Pansus Bank Century menemukan indikasi tindak pidana, maka Pansus sebaiknya menyerahkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atau Kejaksaan. </p>
<p>&#13;<br />
   Menyinggung sikap PDIP jika terjadi kompromi dalam pengambilan keputusan Pansus Bank Century, Tjahjo menyatakan, PDIP bersama seluruh rakyat Indonesia akan menunjukkan hal yang sebenarnya. </p>
<p>&#13;<br />
   Dia menjelaskan, Pansus tidak akan membuat kesimpulan dengan indikasi mengorbankan siapapun, melainkan siapa bersalah dan  bertanggung jawab atau kasus itu.</p>
<p>&#8220;Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) hanya diputuskan oleh Boediono-Sri Mulyani&#8221;.</p>
<p>&#13;<br />
   Menurut dia, kasus Bank Century sangat ironis karena dari data hasil KSSK, semua jawaban pejabat BI simpang siur.</p>
<p>&#13;<br />
   &#8220;Kami menolak, jika ada istilah dikorbankan. Tapi, yang salah harus berkorban,&#8221; tegasnya.</p>
<p>&#13;<br />
   Menurut Tjahjo, sebaiknya seluruh dewan gubernur termasuk direktur-direktur yang terkait diberhentikan dan DPR memilih kembali melalui uji kelayakan.</p>
<p>Dia uga mendesak KPK cepat mengambilalih penyelidikan kasus Bank Century karena dari hasil penelusuran Pansus sudah terlihat indikasi pelanggaran hukum dan penyalahgunaan wewenang.(*)<br/></p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kursrupiah.com/ekonomi/pdip-curigai-kompromi-dalam-kasus-century.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>NEWS : Kia Targetkan Penjualan Naik 76,5 Persen</title>
		<link>http://www.kursrupiah.com/ekonomi/news-kia-targetkan-penjualan-naik-765-persen.html/</link>
		<comments>http://www.kursrupiah.com/ekonomi/news-kia-targetkan-penjualan-naik-765-persen.html/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 13:33:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kursrupiah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kursrupiah.com/ekonomi/news-kia-targetkan-penjualan-naik-765-persen.html/</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA, KOMPAS.com &#8211; Seiring pulihnya perekonomian nasional PT Kia Mobil Indonesia (KMI), menggenjot target penjualannya hingga 76,5 persen, yaitu dari 3.195 unit pada 2009  menjadi 5.642 unit  pada tahun ini. Direktur KMI, Hartanto Sukmono menjelaskan, penjualan Kia selama enam bulan pertama pada 2009 turun karena pasokan terganggu. Namun pada semester kedua, perlahan namun pasti penjualan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div readability="36">
<p>
<link href="file:///C:%5CUsers%5CZULKIF%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"/>
<link href="file:///C:%5CUsers%5CZULKIF%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"/>
<link href="file:///C:%5CUsers%5CZULKIF%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"/></p>
<p><!--[if gte mso 9]><xml></p>
<p>  Normal<br />
  0</p>
<p>  false<br />
  false<br />
  false</p>
<p>  IN<br />
  X-NONE<br />
  X-NONE</p>
<p>  MicrosoftInternetExplorer4</p>
<p></xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><![endif]-->
</p>
<p><!--[if gte mso 10]></p>
<p><![endif]-->
<p><strong>JAKARTA, KOMPAS.com</strong> &#8211; Seiring pulihnya perekonomian nasional PT Kia Mobil Indonesia (KMI), menggenjot target penjualannya hingga 76,5 persen, yaitu dari 3.195 unit pada 2009  menjadi 5.642 unit  pada tahun ini.</p>
<p>Direktur KMI, Hartanto Sukmono menjelaskan, penjualan Kia selama enam bulan pertama pada 2009 turun karena pasokan terganggu. Namun pada semester kedua, perlahan namun pasti penjualan kembali positif dan menyentuh angka ideal.</p>
<p> &#8220;Pada  tiga bulan terakhir 2009, penjualan Kia mencapai 400 unit dan diperkirakan akan membaik pada  tahun ini. Target jualan kita diharapkan bisa mencapai 450 unit per bulan,&#8221; ujar Hartanto di sela peluncuran New Picanto EX di <em>Mall of Indonesia</em> (MOI), Kelapa Gading, Jakarta Utara (27/1/2010).</p>
<p> Dijelaskan, dari total penjualan Kia tahun lalu, hanya kebagian 0,66persen pangsa pasar  nasional, menguat tipis dibandingkan hasil yang diperoleh pada 2008, 3.877 unit (0,64 persen). Jika diurai, kontribusi penjualan tahun lalu tercatat Picanto 1.785 unit, Travello (521), Rio Taksi (376), Pregio (233), Big Up (212), dan lainnya 65 unit.</p>
<p> Herjanto menambahkan, Kia memprediksi pasar mobil nasional  berkisar 550.000 &#8211;  600.000 unit. Untuk menopang penjualan KMIakan mengandalkan New Picanto sebagai ujung tombak diikuti Pregio dan Travello di 2010.</p>
<p> &#8220;Kami optimis akan bisa mencapai target penjualan. Mudah-mudahan ekonomi nasional terus tumbuh dan kondisi sosial politik tetap stabil. Dengan demikian pasar otomotif akan terus tumbuh,&#8221; tukas Hartanto.</p>
<p><br/><b>AGK</b>
<p><b>Editor: zbj</b>                    <br/></p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kursrupiah.com/ekonomi/news-kia-targetkan-penjualan-naik-765-persen.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

