Agresivitas Taman Wisata Mekarsari pada lima tahun belakangan ini menuai sukses. Padahal, sejak awal berdiri hingga menjelang revitalisasi, kinerjanya nyaris jalan di tempat. Kini, situasi berbalik. Jumlah pengunjung naik berlipat-lipat. Kuncinya?
Penulis/Peliput: Dwi Wulandari; Foto: Ihsan Sulaiman
Persis 11 November 2009 lalu, Majalah “Time” buatan tim marketing communication Taman Wisata Mekarsari telah terbit. Bersampul wajah Hari Tanjung, helai demi helai majalah tadi berisikan keliping segala pencapaian Taman Wisata Mekarsari yang dimulai pada lima tahun silam. Menariknya, tanggal terbitan tadi sama persis dengan tanggal kelahiran Hari Tanjung—yang sejak tahun 2004 dipercaya menjabat sebagai General Manager Taman Wisata Mekarsari.
Ya, Majalah “Time” tersebut memang khusus diciptakan oleh segenap pasukan Amazing—sebutan untuk setiap tim Taman Wisata Mekarsari—untuk sang pemimpin, Hari Tanjung. Bagi Hari, tentu itu menjadi salah satu bukti bahwa ada banyak cinta dari para pasukan Amazing untuk dirinya.
Kecintaan pasukan Amazing tentu penuh alasan. Anda masih ingat nama Taman Buah Mekarsari? Ya, arena wisata yang berlokasi di daerah Jonggol itu memang telah hadir sejak 1995. Hanya saja, meskipun kala itu manajemen punya divisi marketing, namun fungsinya tidak berjalan layaknya marketing. Alias, marketing baru sebatas sebutan.
Ketika manajemen memutuskan revitalisasi pada tahun 2004, Hari pun digandeng. Langkah pertama tentu saja melakukan konsolidasi di dalam tim. Sebagai pendatang baru, jelas Hari perlu adaptasi dan melakukan konsolidasi. “Tahun pertama, kami harus melakukan konsolidasi antara karyawan lama dan baru,” ujar Hari.
Di sini, kemampuan leadership Hari teruji. Proses konsolidasi dan adaptasi tidak berujung pada hal destruktif. Semuanya berjalan mulus. “Awalnya, saya sempat putus asa. Sebagai lulusan pertanian, yang tadinya hanya fokus pada pengembangan produk, saya dipaksa untuk menjadi seorang pemasar oleh Pak Hari,” ungkap Marketing Manager Taman Wisata Mekarsari Indradewi Triratna, yang telah bergabung dengan Taman Wisata Mekarsari sejak tahun 1995 dan akrab disapa Wiwi.
Beruntung sang pemimpin tak pantang menyerah. Diakui Wiwi, Hari bukan saja seorang pemimpin, tetapi juga mampu menjadi motivator sekaligus guru. Bukan hanya tim marketing, seluruh karyawan yang ada di Taman Wisata Mekarsari pun diubah paradigmanya menjadi marketing oriented.
Ditambahkan Section Head of Public Relations Taman Wisata Mekarsari Catherina W. Day, “Tiap hari Selasa kami punya kelas.” Di kelas itu, semua karyawan diajarkan seputar topik marketing, bedah buku marketing, termasuk bedah studi kasus contoh-contoh perusahaan atau merek yang sukses. Paling anyar, buku Jack Trout terbaru, “Repositioning” siap dibedah. “Pengajarnya, Pak Hari,” imbuhnya.
Selain konsolidasi, di tahun pertama revitalisasi, tim melakukan insight tentang persepsi masyarakat umum tentang Taman Buah Mekarsari. Hasilnya, Taman Buah Mekarsari pun berganti nama menjadi Taman Wisata Mekarsari. Konsep yang ditawarkan adalah belajar dan bermain. “Sejak itu pula saya membangun Amazing Marketing Team, yang terdiri dari karyawan lama dan karyawan baru,” ujar Hari, yang juga dosen Komunikasi di Univeritas Indonesia.
Selanjutnya, paket-paket menarik plus pengembangan produk pun diciptakan. Segala paket yang menyasar keluarga, anak sekolah, dan korporasi ditawarkan. Ada paket Family Camp, Back To The Green World (mengajak anak-anak menanam sayur dan buah), Bamboo’s Life (mengajak anak belajar menganyam), Paddy Legend Tour (serunya menanam padi di sawah dan memandikan kerbau), outbond, paket gathering untuk korporasi, dan masih banyak lagi.
Bahkan, bersama sebuah merek dari Garuda Food, Leo, Taman Wisata Mekarsari memiliki Rumah Pohon Leo. “Di Rumah Pohon Leo, kami menawarkan paket menarik, seperti menginap plus aktivitas seperti tour kebun, praktik menanam, dan barbeque,” lanjut Wiwi.
Sementara itu, untuk pengembangan produk, Mekarsari juga rutin menciptakan buah-buahan yang inovatif yang mampu menggugah keingintahuan publik. Di antaranya, Sawo raksasa, Srikaya raksasa, Melon berbentuk kotak pertama di dunia, Nangkadak (perpaduan Nangka dan Cepedak), Durian tanpa duri, Durian tanpa sekat, Nanas dengan tulang tengah yang lunak, Water Park, dan sebagainya.
Upaya lainnya adalah melancarkan branding. Diakui Hari, dana kampanye komunikasi Taman Wisata Mekarsari memang tak memiliki bujet besar, alias terbatas. Oleh karena itu, butuh langkah cerdas guna menyikapinya. “Hanya di awal saja kami beriklan setengah halaman di harian nasional,” ungkap Hari. Selanjutnya, Hari lebih memilih strategi public relations serta memanfaatkan media sosial seperti facebook.
Langkah cerdas lainnya adalah memanfaatkan stiker bertuliskan “Mekarsari Amazing Tourism Park”. Bagi kendaraan yang pernah menyambangi Taman Wisata Mekarsari, di kaca belakang kendaraannya akan ditempelkan stiker tersebut. Benefit yang bisa didapat dari konsumen antara lain mendapat diskon menarik jika masih menggunakan kendaraan berstiker Mekarsari. Hasilnya, tak sedikit kendaraan yang berseliweran dengan stiker tersebut, tanpa enggan mencopotnya.
Kerja keras Amazing Marketing Team Mekarsari berbuah manis. Jika sebelum dan awal revitalisasi (2003 dan 2004) pengunjung Mekarsari masing-masing hanya 276 ribu dan 312 ribu pengunjung, setahun setelah itu, jumlah pengunjung beranjak naik. Tahun 2005 jumlah pengunjung masih 384 ribu, 2006 langsung melesat menjadi 870 ribu, 2007 menjadi 1,44 juta, dan 2008 jumlah pengunjung sudah menembus 1,7 juta.
Keberhasilan Mekarsari juga diakui oleh nasional maupun internasional. Tepat Mei 2007, Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Indonesia dipercayakan digelar di Mekarsari. Setahun berikutnya, November 2008, Mekarsari dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan Simposium Buah-Buahan Sedunia. Setidaknya, lebih dari 100-200 negara hadir di sana. “Kerpercayaan itu juga menjadi medium komunikasi Mekarsari kepada khalayak,” Hari menerangkan.
Di balik sukses Mekarsari, diakui Hari, ada tim inti yang kerap disebut-sebut sebagai The A Team, alias The Amazing Team. Selain Hari, mereka adalah Tama Sinulingga yang mengepalai Divisi Corporate Communication & Planning,Wiwi sebagai Marketing Manager, M.M. Petrus Amapiran sebagai Business Development Manager, Catherina W. Day sebagai Section Head of Public Relations, Fransiskus Kerong sebagai Manager Wisata, dan A. F. Margianasari sebagai Kabag Kebun Produksi & Penelitian.
The A Team Taman Wisata Mekarsari:
General Manager: Hari Tanjung
Corporate Communication & Planning Director: Tama Sinulingga
Marketing Manager: Indradewi Triratna
Business Development Manager: M.M. Petrus Amapiran
Section Head of Public Relations: Catherina W. Day
Manager Wisata: Fransiskus Kerong
Kabag Kebun Produksi & Penelitian: A. F. Margianasari
|